{"id":278851,"date":"2024-10-16T12:47:21","date_gmt":"2024-10-16T12:47:21","guid":{"rendered":"https:\/\/eatingreorder.com\/?p=278851"},"modified":"2024-10-16T12:47:38","modified_gmt":"2024-10-16T12:47:38","slug":"kacang-menyebabkan-jerawat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/eatingreorder.com\/en\/blog\/kacang-menyebabkan-jerawat\/","title":{"rendered":"Benarkah Kacang Menyebabkan Jerawat? Mitos atau Fakta?"},"content":{"rendered":"<p>Pernah dengar anggapan bahwa kacang menyebabkan jerawat? Banyak dari kita yang menghindari camilan lezat ini karena takut jerawat akan bermunculan di wajah. Namun, apakah benar kacang adalah penyebab utama munculnya jerawat? Artikel ini akan membahas secara ilmiah dan medis untuk menjawab pertanyaan tersebut. Yuk, kita cari tahu bersama!<\/p>\n<h2><strong>Pandangan Ilmiah tentang Jerawat<\/strong><\/h2>\n<p>Menurut sebuah jurnal yang diterbitkan National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases, jerawat terjadi ketika pori-pori kulit tersumbat oleh minyak alami (sebum) dan sel kulit mati. Minyak ini seharusnya menjaga kelembapan kulit, tetapi saat bercampur dengan sel kulit mati dan menyumbat pori-pori, bakteri dapat berkembang, menyebabkan peradangan dan akhirnya menyebabkan jerawat.<\/p>\n<p><strong>Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan jerawat, di antaranya:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><strong>Hormon<\/strong>: Hormon androgen, yaitu hormon yang ada pada pria dan wanita, bisa membuat kelenjar minyak di kulit lebih aktif. Saat hormon ini meningkat terutama saat pubertas, produksi minyak jadi berlebihan dan memicu jerawat. Perubahan hormon selama kehamilan juga bisa menyebabkan hal yang sama.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><strong>Stres<\/strong>: Stres bisa memengaruhi keseimbangan hormon, yang dapat memperburuk kondisi jerawat.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><strong>Iritasi Lingkungan<\/strong>: Polusi dan kelembapan tinggi juga dapat memperparah jerawat.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><strong>Kebiasaan Buruk pada Kulit<\/strong>: Memencet jerawat atau menggosok kulit terlalu keras dapat memperburuk kondisi kulit dan menyebabkan lebih banyak jerawat.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Selain faktor-faktor di atas, ada juga faktor lain yang menjadi salah satu penyebab jerawat, yaitu pola makan. Sebenarnya, sudah ada banyak penelitian yang menggali hubungan pola makan terhadap munculnya jerawat.<\/p>\n<p>Misalnya saja, sebuah studi terbaru yang diterbitkan JAMA Dermatology menemukan hubungan antara pola makan tinggi lemak dan gula dengan jerawat. Studi ini melibatkan lebih dari 24.000 peserta dewasa dan menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi makanan-makanan ini dalam jumlah besar lebih mungkin berjerawat dibandingkan mereka yang tidak.<\/p>\n<p>Lebih khusus lagi, studi ini juga menemukan bahwa orang yang mengonsumsi makanan tinggi lemak dan gula punya peluang 54% lebih besar untuk mengalami jerawat aktif. Jadi, apakah kacang bisa jadi salah satu penyebab wajah Anda berjerawat juga? Nah, coba kita bahas terlebih dahulu kandungan gizi yang ada dalam kacang.<\/p>\n<h2><strong>Kandungan Gizi dalam Kacang<\/strong><\/h2>\n<p>Kacang sebenarnya adalah makanan yang sangat kaya nutrisi. Jika kita lihat dari sisi gizi, kacang mengandung berbagai komponen penting yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh:<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><strong>Protein<\/strong>: Kacang adalah sumber protein nabati yang sangat baik. Protein ini penting untuk membangun otot dan jaringan tubuh kita.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><strong>Lemak Sehat<\/strong>: Kacang mengandung lemak tak jenuh tunggal dan ganda, yang bagus untuk kesehatan jantung. Misalnya, kacang almond dan kenari diketahui dapat membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL).<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><strong>Serat<\/strong>: Kandungan serat dalam kacang membantu menjaga pencernaan yang sehat dan dapat membantu mengontrol kadar gula darah.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><strong>Vitamin E<\/strong>: Sebagai antioksidan, vitamin E dalam kacang membantu melindungi sel-sel kulit dari kerusakan dan menjaga kesehatan kulit.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><strong>Mineral<\/strong>: Kacang mengandung magnesium, zinc, dan fosfor yang baik untuk kesehatan tulang, otot, dan sistem saraf.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dengan sederet kandungan gizi ini, jelas kacang memiliki banyak manfaat untuk tubuh, termasuk kulit kita. Tapi, apakah ada komponen dalam kacang yang bisa menyebabkan jerawat? Ada! Salah satu perhatian utama adalah asam lemak omega-6 yang bisa Anda temukan dalam kacang.<\/p>\n<p>Sebenarnya, omega-6 adalah komponen yang penting untuk fungsi tubuh, tapi jika dikonsumsi berlebihan tanpa keseimbangan dengan asam lemak omega-3 (seperti dari ikan berlemak atau biji rami), bisa memicu peradangan. Dan peradangan inilah yang terkadang dapat memicu atau memperburuk kondisi jerawat.<\/p>\n<p>Namun, perlu diingat bahwa reaksi setiap orang terhadap makanan berbeda-beda. Ada yang mungkin tidak mengalami masalah apa pun setelah makan kacang, sementara yang lain mungkin mengalami kulit yang lebih berminyak atau berjerawat.<\/p>\n<h2><strong>Studi Ilmiah tentang Kacang Menyebabkan Jerawat<\/strong><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-278854 size-full\" src=\"https:\/\/eatingreorder.com\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Eating-Reorder-Kacang-Menyebabkan-Jerawat-02.jpg\" alt=\"Benarkah Kacang Menyebabkan Jerawat? Mitos atau Fakta?\" width=\"1200\" height=\"801\" srcset=\"https:\/\/eatingreorder.com\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Eating-Reorder-Kacang-Menyebabkan-Jerawat-02.jpg 1200w, https:\/\/eatingreorder.com\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Eating-Reorder-Kacang-Menyebabkan-Jerawat-02-980x654.jpg 980w, https:\/\/eatingreorder.com\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Eating-Reorder-Kacang-Menyebabkan-Jerawat-02-480x320.jpg 480w\" sizes=\"(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) and (max-width: 980px) 980px, (min-width: 981px) 1200px, 100vw\" \/><\/p>\n<h3>Penelitian yang Mendukung Mitos Kacang Menyebabkan Jerawat<\/h3>\n<p>Meski banyak yang percaya bahwa kacang bisa memicu jerawat, hingga saat ini belum ada penelitian yang secara langsung mendukung pernyataan ini. Sebaliknya, beberapa penelitian lebih menyebutkan bahwa omega-6 dalam kacang bisa menyebabkan peradangan dalam tubuh.<\/p>\n<p>Sebuah jurnal yang dipublikasikan dalam Prostaglandins Leukot Essent Fatty Acids menjelaskan bahwa omega-6 dapat memicu peradangan jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan. Karena jerawat sering kali terkait dengan peradangan pada kulit, ada kemungkinan omega-6 dapat memperburuk kondisi jerawat, meskipun bukan penyebab langsung.<\/p>\n<h3>Penelitian yang Menentang Mitos<\/h3>\n<p>Dibandingkan mendukung, banyak penelitian menyatakan bahwa tidak ada hubungan langsung antara konsumsi kacang dan jerawat. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam BMC Dermatology menemukan bahwa tidak ada asosiasi yang signifikan secara statistik antara konsumsi kacang dan munculnya jerawat.<\/p>\n<p>Penelitian ini lebih banyak menemukan hubungan antara makanan dengan indeks glikemik tinggi, seperti susu dan makanan manis, dengan peningkatan risiko jerawat, tetapi tidak pada kacang.<\/p>\n<h3>Peran Genetik dan Alergi<\/h3>\n<p>Untuk beberapa orang, alergi kacang bisa menjadi penyebab masalah kulit, tetapi ini bukan jerawat biasa. Reaksi alergi terhadap kacang bisa bervariasi, mulai dari gejala ringan seperti gatal-gatal hingga reaksi yang lebih serius seperti anafilaksis. Orang yang sangat sensitif bahkan bisa mengalami reaksi hanya dengan menyentuh kacang.<\/p>\n<p>Namun, perlu dicatat bahwa reaksi alergi ini berbeda dari jerawat yang disebabkan oleh faktor hormonal atau peradangan kulit. Jika Anda memiliki alergi terhadap kacang, tentu saja Anda harus menghindarinya, tetapi ini bukan berarti setiap orang yang makan kacang akan mengalami masalah jerawat.<\/p>\n<h2><strong>Faktor Lain yang Lebih Berpengaruh pada Jerawat<\/strong><\/h2>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><strong>Faktor Hormonal<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Salah satu faktor utama yang memengaruhi munculnya jerawat adalah fluktuasi hormon. Saat kadar hormon seperti estrogen, progesteron, dan testosteron dalam tubuh tidak stabil, jerawat bisa muncul. Ini sering terjadi pada masa menstruasi, kehamilan, atau menopause.\u00a0Kondisi ini menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak sebum, yaitu zat berminyak yang diproduksi oleh kulit, yang dapat menyumbat pori-pori dan memicu peradangan. Di sinilah jerawat mulai berkembang.<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><strong>Kebersihan dan Perawatan Kulit yang Tidak Tepat<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Tidak membersihkan wajah setelah menggunakan makeup, tidak mencuci muka sebelum tidur, atau jarang mengganti sarung bantal dan handuk bisa menjadi penyebab munculnya jerawat. Bakteri dan kotoran yang menempel di kulit atau bantal yang kotor dapat memicu iritasi dan peradangan, yang akhirnya menyebabkan jerawat.<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><strong>Kebiasaan Pola Makan yang Tidak Baik<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Saat berbicara tentang makanan yang memicu jerawat, kacang sering kali dituduh sebagai penyebabnya. Padahal, menurut banyak ahli, yang lebih berisiko memicu jerawat adalah makanan tinggi gula, makanan olahan, dan makanan berminyak. Misalnya, konsumsi berlebihan makanan manis seperti kue atau permen dapat meningkatkan kadar insulin dalam tubuh, yang pada akhirnya dapat merangsang produksi sebum dan memperburuk jerawat.<\/p>\n<h2><strong>Jadi, Kacang Menyebabkan Jerawat \u2014 Mitos atau Fakta?<\/strong><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-278853 size-full\" src=\"https:\/\/eatingreorder.com\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Eating-Reorder-Kacang-Menyebabkan-Jerawat-03.jpg\" alt=\"Benarkah Kacang Menyebabkan Jerawat? Mitos atau Fakta?\" width=\"1200\" height=\"801\" srcset=\"https:\/\/eatingreorder.com\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Eating-Reorder-Kacang-Menyebabkan-Jerawat-03.jpg 1200w, https:\/\/eatingreorder.com\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Eating-Reorder-Kacang-Menyebabkan-Jerawat-03-980x654.jpg 980w, https:\/\/eatingreorder.com\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Eating-Reorder-Kacang-Menyebabkan-Jerawat-03-480x320.jpg 480w\" sizes=\"(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) and (max-width: 980px) 980px, (min-width: 981px) 1200px, 100vw\" \/><\/p>\n<p>Secara keseluruhan, klaim bahwa kacang menyebabkan jerawat adalah mitos yang tidak didukung oleh bukti ilmiah yang kuat. Penelitian telah menunjukkan bahwa tidak ada hubungan langsung antara konsumsi kacang dan munculnya jerawat.<\/p>\n<p>Yang lebih penting untuk diperhatikan adalah faktor lain seperti perubahan hormon, kebersihan kulit, dan pola makan. Perlu diingat juga bahwa menjaga pola hidup sehat dengan tepat juga dapat mencegah jerawat. Nah, yang bisa mendukung Anda mendapatkan pola hidup sehat ini salah satunya adalah peran komunitas.<\/p>\n<p>Dengan terlibat dalam komunitas yang mendukung tujuan hidup sehat bisa memberikan motivasi ekstra dan dukungan moral yang Anda butuhkan untuk tetap konsisten. Jika Anda ingin memulai pola hidup yang lebih sehat, Eating Reorder siap mendukung Anda.<\/p>\n<p>Kami menawarkan pendekatan yang tidak hanya fokus pada pola makan sehat, tetapi juga pada pola pikir positif. Tidak hanya itu, komunitas kami akan selalu memberikan dukungan yang Anda butuhkan. Tertarik untuk bergabung? Kunjungi <a href=\"https:\/\/eatingreorder.com\/en\/\">situs Eating Reorder<\/a> sekarang dan mulai perjalanan sehat Anda!<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernah dengar anggapan bahwa kacang menyebabkan jerawat? Banyak dari kita yang menghindari camilan lezat ini karena takut jerawat akan bermunculan di wajah. Namun, apakah benar kacang adalah penyebab utama munculnya jerawat? Artikel ini akan membahas secara ilmiah dan medis untuk menjawab pertanyaan tersebut. Yuk, kita cari tahu bersama! Pandangan Ilmiah tentang Jerawat Menurut sebuah jurnal [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":96,"featured_media":278855,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"off","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","om_disable_all_campaigns":false,"_joinchat":[],"footnotes":""},"categories":[19],"tags":[],"class_list":["post-278851","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Benarkah Kacang Menyebabkan Jerawat? Ini Faktanya!<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Benarkah kacang menyebabkan jerawat? Temukan jawabannya berdasarkan penelitian ilmiah lengkap di sini! Apakah ini mitos atau fakta?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/eatingreorder.com\/en\/blog\/kacang-menyebabkan-jerawat\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Benarkah Kacang Menyebabkan Jerawat? Ini Faktanya!\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Benarkah kacang menyebabkan jerawat? Temukan jawabannya berdasarkan penelitian ilmiah lengkap di sini! Apakah ini mitos atau fakta?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/eatingreorder.com\/en\/blog\/kacang-menyebabkan-jerawat\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Eating Reorder\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-10-16T12:47:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-10-16T12:47:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/eatingreorder.com\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Eating-Reorder-Kacang-Menyebabkan-Jerawat-01.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"801\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Antari Isdita\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Antari Isdita\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/eatingreorder.com\/blog\/kacang-menyebabkan-jerawat\/\",\"url\":\"https:\/\/eatingreorder.com\/blog\/kacang-menyebabkan-jerawat\/\",\"name\":\"Benarkah Kacang Menyebabkan Jerawat? Ini Faktanya!\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/eatingreorder.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/eatingreorder.com\/blog\/kacang-menyebabkan-jerawat\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/eatingreorder.com\/blog\/kacang-menyebabkan-jerawat\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/eatingreorder.com\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Eating-Reorder-Kacang-Menyebabkan-Jerawat-01.jpg\",\"datePublished\":\"2024-10-16T12:47:21+00:00\",\"dateModified\":\"2024-10-16T12:47:38+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/eatingreorder.com\/#\/schema\/person\/ef001fd349a668e7cfdab8ed98191ed2\"},\"description\":\"Benarkah kacang menyebabkan jerawat? Temukan jawabannya berdasarkan penelitian ilmiah lengkap di sini! Apakah ini mitos atau fakta?\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/eatingreorder.com\/blog\/kacang-menyebabkan-jerawat\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/eatingreorder.com\/blog\/kacang-menyebabkan-jerawat\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/eatingreorder.com\/blog\/kacang-menyebabkan-jerawat\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/eatingreorder.com\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Eating-Reorder-Kacang-Menyebabkan-Jerawat-01.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/eatingreorder.com\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Eating-Reorder-Kacang-Menyebabkan-Jerawat-01.jpg\",\"width\":1200,\"height\":801,\"caption\":\"Benarkah Kacang Menyebabkan Jerawat? Mitos atau Fakta?\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/eatingreorder.com\/blog\/kacang-menyebabkan-jerawat\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/eatingreorder.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Benarkah Kacang Menyebabkan Jerawat? Mitos atau Fakta?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/eatingreorder.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/eatingreorder.com\/\",\"name\":\"Eating Reorder\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/eatingreorder.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/eatingreorder.com\/#\/schema\/person\/ef001fd349a668e7cfdab8ed98191ed2\",\"name\":\"Antari Isdita\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/eatingreorder.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2dde0375c7de79a7a4cc0d6a30b2f974?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2dde0375c7de79a7a4cc0d6a30b2f974?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Antari Isdita\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/medium.com\/@antaridjoe\"],\"url\":\"https:\/\/eatingreorder.com\/en\/blog\/author\/antari-isdita\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Benarkah Kacang Menyebabkan Jerawat? Ini Faktanya!","description":"Benarkah kacang menyebabkan jerawat? Temukan jawabannya berdasarkan penelitian ilmiah lengkap di sini! Apakah ini mitos atau fakta?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/eatingreorder.com\/en\/blog\/kacang-menyebabkan-jerawat\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Benarkah Kacang Menyebabkan Jerawat? Ini Faktanya!","og_description":"Benarkah kacang menyebabkan jerawat? Temukan jawabannya berdasarkan penelitian ilmiah lengkap di sini! Apakah ini mitos atau fakta?","og_url":"https:\/\/eatingreorder.com\/en\/blog\/kacang-menyebabkan-jerawat\/","og_site_name":"Eating Reorder","article_published_time":"2024-10-16T12:47:21+00:00","article_modified_time":"2024-10-16T12:47:38+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":801,"url":"https:\/\/eatingreorder.com\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Eating-Reorder-Kacang-Menyebabkan-Jerawat-01.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Antari Isdita","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Antari Isdita","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/eatingreorder.com\/blog\/kacang-menyebabkan-jerawat\/","url":"https:\/\/eatingreorder.com\/blog\/kacang-menyebabkan-jerawat\/","name":"Benarkah Kacang Menyebabkan Jerawat? Ini Faktanya!","isPartOf":{"@id":"https:\/\/eatingreorder.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/eatingreorder.com\/blog\/kacang-menyebabkan-jerawat\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/eatingreorder.com\/blog\/kacang-menyebabkan-jerawat\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/eatingreorder.com\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Eating-Reorder-Kacang-Menyebabkan-Jerawat-01.jpg","datePublished":"2024-10-16T12:47:21+00:00","dateModified":"2024-10-16T12:47:38+00:00","author":{"@id":"https:\/\/eatingreorder.com\/#\/schema\/person\/ef001fd349a668e7cfdab8ed98191ed2"},"description":"Benarkah kacang menyebabkan jerawat? Temukan jawabannya berdasarkan penelitian ilmiah lengkap di sini! Apakah ini mitos atau fakta?","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/eatingreorder.com\/blog\/kacang-menyebabkan-jerawat\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/eatingreorder.com\/blog\/kacang-menyebabkan-jerawat\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/eatingreorder.com\/blog\/kacang-menyebabkan-jerawat\/#primaryimage","url":"https:\/\/eatingreorder.com\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Eating-Reorder-Kacang-Menyebabkan-Jerawat-01.jpg","contentUrl":"https:\/\/eatingreorder.com\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Eating-Reorder-Kacang-Menyebabkan-Jerawat-01.jpg","width":1200,"height":801,"caption":"Benarkah Kacang Menyebabkan Jerawat? Mitos atau Fakta?"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/eatingreorder.com\/blog\/kacang-menyebabkan-jerawat\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/eatingreorder.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Benarkah Kacang Menyebabkan Jerawat? Mitos atau Fakta?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/eatingreorder.com\/#website","url":"https:\/\/eatingreorder.com\/","name":"Eating Reorder","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/eatingreorder.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/eatingreorder.com\/#\/schema\/person\/ef001fd349a668e7cfdab8ed98191ed2","name":"Antari Isdita","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/eatingreorder.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2dde0375c7de79a7a4cc0d6a30b2f974?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2dde0375c7de79a7a4cc0d6a30b2f974?s=96&d=mm&r=g","caption":"Antari Isdita"},"sameAs":["https:\/\/medium.com\/@antaridjoe"],"url":"https:\/\/eatingreorder.com\/en\/blog\/author\/antari-isdita\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/eatingreorder.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/278851"}],"collection":[{"href":"https:\/\/eatingreorder.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/eatingreorder.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eatingreorder.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/96"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eatingreorder.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=278851"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/eatingreorder.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/278851\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":278867,"href":"https:\/\/eatingreorder.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/278851\/revisions\/278867"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eatingreorder.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/278855"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/eatingreorder.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=278851"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/eatingreorder.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=278851"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/eatingreorder.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=278851"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}